kemenperin

Aparatur Perindustrian: Ujung Tombak Pembinaan Sektor Riil di Lapangan

Aparatur Perindustrian: Ujung Tombak Pembinaan Sektor Riil di Lapangan

PADANG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi birokrasi digital di seluruh lini organisasi. Melalui Pusbindiklat SDM Aparatur, Kemenperin sukses menyelenggarakan Pelatihan Sistem Industri I Angkatan V Tahun 2024 untuk mencetak jajaran Smart ASN yang adaptif dan berkelas dunia.

Pelatihan klasikal intensif berdurasi 45 Jam Pelajaran (JP) yang berlangsung pada 18–23 November 2024 tersebut digelar di Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Sumatra Barat, dan diikuti oleh 30 peserta dari unit kerja strategis Kemenperin.

Orientasi Lapangan dan Pembedahan Sektor Riil

Program ini dirancang secara komprehensif untuk membekali aparatur negara dengan pemahaman mendalam mengenai dasar sistem industri, manajemen operasional, hingga kebijakan afirmatif IKM dan industri hijau.

Guna menyeimbangkan pendalaman teori dengan implementasi nyata, para peserta melakukan orientasi lapangan langsung ke mitra industri strategis untuk membedah manajemen operasional secara riil, yang kemudian dipaparkan dalam sesi presentasi kelompok interaktif.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir dari Pusbindiklat SDM Aparatur, seluruh 30 peserta dinyatakan lulus 100% dengan grafik peningkatan pemahaman yang memuaskan.

Pada Angkatan V ini, Wiko Putrawan (Pembina Industri di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri / BSPJI Pekanbaru) sukses menorehkan prestasi sebagai lulusan dengan raihan nilai tertinggi.

Ujung Tombak Pembinaan Industri Nasional

Ketua Tim Kerja Penyelenggara Pelatihan Aparatur, Etmawati Bulkia, S.T., M.T., menegaskan bahwa aparatur perindustrian memegang peran kunci dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha di daerah.

"Aparatur perindustrian adalah ujung tombak pembinaan sektor riil di lapangan. Melalui diklat ini, kita memastikan para pegawai memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, sehingga mampu menjadi jembatan yang akseleratif," ujar Etmawati.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, 30 alumni Pelatihan Sistem Industri I Angkatan V siap kembali ke unit kerja masing-masing guna memperkuat daya saing dan pembinaan sektor industri nasional di era digital.

Fasilitas komentar tidak disertakan.