kemenperin

Cegah Plagiarisme & Percepat Verifikasi, ASN Kemenperin Unjuk Inovasi

Cegah Plagiarisme & Percepat Verifikasi, ASN Kemenperin Unjuk Inovasi

BOGOR – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi birokrasi digital di seluruh lini organisasi. Melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVI Tahun 2025 yang digelar oleh Pusbindiklat SDM Aparatur di Wisma Industri, lahir deretan ASN muda yang sukses menciptakan inovasi tata kelola keuangan digital, media pembelajaran anti-plagiarisme berbasis QR Code, hingga dashboard kinerja real-time.

Agenda yang berlangsung dari 14 Oktober hingga 18 Desember 2025 ini diikuti oleh 43 peserta dari berbagai unit kerja Kemenperin. Tiga ASN muda berprestasi berhasil menyabet predikat juara aktualisasi terbaik berkat terobosan solutif yang dinilai berdampak langsung pada efisiensi kerja internal dan integritas akademik.

Solusi Digital Praktis: Dari Integrasi Chatbot Hingga Anti-Plagiarisme

Tiga karya aktualisasi unggulan yang mendapat apresiasi tertinggi dari Pusbindiklat SDM Aparatur meliputi:

  • Juara I (Chechen Abdul Matin, S.Ak. - Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama): Mengemban tugas di Sekretariat BPSDMI, ia mengoptimalkan pengelolaan dokumen pertanggungjawaban keuangan melalui integrasi Telegram, Google Form, dan Google Spreadsheet. Terobosan ini mempercepat alur verifikasi dokumen secara praktis, cepat, dan akuntabel.
  • Juara II (Maghfira Arum Lestari, S.T., M.T. - Dosen Asisten Ahli): Mengembangkan media pembelajaran digital yang terintegrasi QR Code dan sistem akademik kampus di PPIB. Inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan budaya integritas serta mencegah tindakan plagiarisme di kalangan mahasiswa secara interaktif.
  • Juara III (Rizky Permana Putra, S.Kom. - Pranata Komputer Ahli Pertama): Membangun Dashboard Capaian Kinerja di Sekretariat BSKJI. Platform ini mempermudah pimpinan dan tim dalam memantau capaian kinerja organisasi secara real-time, terukur, dan berbasis data akurat.

Mendorong Budaya Kerja Modern dan Berkelanjutan

Penyelenggaraan Latsar Angkatan XVI ini memfokuskan pembentukan karakter aparatur negara yang agile, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan teknologi. Keberhasilan para peserta dalam memanfaatkan ekosistem digital sederhana hingga sistem terintegrasi membuktikan bahwa efisiensi birokrasi dapat dicapai melalui kreativitas yang aplikatif.

Implementasi dari berbagai proyek inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada masa pelatihan, melainkan terus dijalankan secara berkelanjutan demi memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di lingkungan Kemenperin.

Fasilitas komentar tidak disertakan.