
Bandung – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, mengukuhkan
kepengurusan Perkumpulan Asesor Manajemen Mutu Industri (PAMMI) dalam Kongres
PAMMI pertama yang diselenggarakan pada 6–7 Mei 2026 di BBSPJI Keramik dan
Mineral Nonlogam. Pengukuhan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat
profesionalisme dan kompetensi Pejabat Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri
(AMMI) guna mendukung daya saing industri nasional.
Dalam sambutannya, Doddy Rahadi menegaskan komitmen BPSDMI
untuk terus meningkatkan kualitas SDM industri melalui berbagai program
pendidikan, pelatihan, dan pembinaan jabatan fungsional. BPSDMI juga siap
memperkuat kolaborasi dengan PAMMI dalam meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme AMMI sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri
nasional.
Pada kesempatan yang sama, dalam sambutan Sekretaris Jenderal
Kementerian Perindustrian yang dibacakan oleh Kepala Badan Standardisasi dan
Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, disampaikan bahwa sektor
industri saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi
teknologi, tuntutan standar mutu internasional, hingga transformasi menuju
industri hijau. Dalam kondisi tersebut, mutu dan Standar Nasional Indonesia
(SNI) menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri nasional.
Selain menjamin kualitas dan keamanan produk, SNI berperan
menciptakan persaingan usaha yang sehat serta melindungi industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Asesor Manajemen Mutu Industri memiliki peran strategis
sebagai garda terdepan dalam memastikan penerapan sistem manajemen mutu secara
konsisten, objektif, dan sesuai standar yang berlaku.
Emmy Suryandari juga menyampaikan harapan agar PAMMI menjadi
wadah yang mampu memperkuat integritas, profesionalisme, dan peran strategis
para asesor dalam mendukung budaya mutu, standardisasi, serta daya saing
industri nasional.
Kepala Pusbindiklat SDM Aparatur, Nila Kumalasari,
menjelaskan bahwa pembentukan PAMMI merupakan bagian dari pembinaan jabatan
fungsional bidang industri yang dilakukan BPSDMI. Melalui fasilitasi organisasi
profesi ini, PAMMI diharapkan dapat menjadi wadah yang menghimpun para AMMI,
menjaga kode etik dan standar profesi, serta mendukung peningkatan kompetensi
dan profesionalisme asesor secara berkelanjutan.
Kongres PAMMI diikuti oleh seluruh Pejabat Fungsional AMMI di
lingkungan Kementerian Perindustrian dan dilaksanakan secara hybrid. Saat ini
terdapat 269 AMMI yang tersebar di berbagai unit kerja. Selain pemilihan dan
pengukuhan kepengurusan, kongres juga menjadi forum penguatan organisasi,
pengembangan kompetensi profesi, serta penyusunan program kerja.
Ke depan, PAMMI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah
dan dunia industri dalam memperkuat budaya mutu, standardisasi, dan sistem
penilaian kesesuaian guna mendukung industrialisasi dan peningkatan daya saing
industri nasional.
Fasilitas komentar tidak disertakan.