kemenperin

Riset Ekspor Hingga Bot Layanan, ASN Muda Kemenperin Unjuk Inovasi

Riset Ekspor Hingga Bot Layanan, ASN Muda Kemenperin Unjuk Inovasi

BOGOR – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara dalam mendukung daya saing industri nasional dan efisiensi pelayanan publik. Melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XII Tahun 2025 yang digelar oleh Pusbindiklat SDM Aparatur di Wisma Industri, barisan ASN muda sukses meluncurkan riset strategi ekspor IKM, helpdesk digital berbasis bot, hingga program edukasi kesehatan preventif.

Agenda yang berlangsung dari 7 Oktober hingga 11 Desember 2025 ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai unit kerja. Tiga ASN muda dari sektor analisis kebijakan, pembina industri, dan tenaga medis internal berhasil meraih penghargaan lulusan terbaik atas proyek aktualisasi yang dinilai berdampak langsung pada organisasi.

Inovasi Berbasis Data dan Solusi Layanan Publik

Tiga karya unggulan yang mendapat apresiasi tertinggi dari Pusbindiklat SDM Aparatur meliputi:

  • Juara I (Asrining Dewi Palupi, S.Farm. - Analis Kebijakan Ahli Pertama): Menyusun Analisis Kekuatan dan Daya Saing Ekspor Komoditas Binaan Direktorat IKM menggunakan metode Export Product Dynamic (EPD). Penelitian berbasis data ini membantu perumusan kebijakan ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar lebih akurat dan terarah.
  • Juara II (Avian Lukman Setya Budi, S.T. - Pembina Industri Ahli Pertama): Merancang Lookman-Bot, sebuah sistem helpdesk digital interaktif untuk Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Uji Industri 4.0 P2SI guna mempercepat respon pelayanan informasi bagi para pelaku industri.
  • Juara III (drg. Iswari Rahma Nuranti - Dokter Gigi Ahli Pertama): Menginisiasi Media Promosi Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Klinik Utama Kemenperin untuk mendorong pola hidup sehat dan pencegahan penyakit bagi para pegawai instansi.

Mencetak SDM Aparatur Berorientasi Public Value

Penyelenggaraan Latsar Angkatan XII ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi ASN yang lincah (agile), inovatif, serta berorientasi pada penciptaan nilai manfaat bagi publik (public value). Diversifikasi proyek inovasi yang dihasilkan para peserta menjadi bukti nyata kemampuan ASN muda Kemenperin dalam memadukan analisis teknis, teknologi informasi, dan pelayanan masyarakat secara langsung.

Keberhasilan proyek-proyek ini diharapkan dapat terus diimplementasikan di lingkungan unit kerja masing-masing guna mendukung terwujudnya tata kelola birokrasi yang lebih modern, efisien, dan responsif.

Comment disabled