
BOGOR – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi birokrasi digital di seluruh lini organisasi. Melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pusbindiklat SDM Aparatur di Wisma Industri, barisan ASN muda sukses menciptakan aplikasi Standar Biaya Masukan (SBM), penguatan sistem SIINas untuk pengecualian SNI Wajib, hingga petunjuk teknis analisis kuota impor.
Agenda intensif yang berlangsung pada 14 Oktober hingga 18 Desember 2025 ini diikuti oleh 43 peserta dari berbagai unit kerja Kemenperin. Tiga ASN muda berprestasi berhasil menyabet predikat juara aktualisasi terbaik atas kontribusi nyata inovasi mereka dalam meningkatkan ketepatan anggaran dan kepastian layanan industri.
Tiga karya aktualisasi unggulan yang mendapat apresiasi tertinggi dari Pusbindiklat SDM Aparatur meliputi:
Penyelenggaraan Latsar Angkatan XVII ini menjadi bukti komitmen Kemenperin dalam membentuk karakter aparatur sipil negara yang agile, adaptif, serta responsif terhadap dinamika kebutuhan industri modern. Penyusunan aplikasi digital hingga regulasi teknis yang dihasilkan para peserta membuktikan kemampuan ASN muda dalam memadukan keahlian teknis dengan orientasi pelayanan publik.
Keberhasilan implementasi proyek-proyek ini diharapkan dapat terus memperkuat sistem kerja internal instansi, sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi iklim industri nasional.
Comment disabled