kemenperin

ASN Kemenperin Luncurkan Sistem Monitoring Laboratorium Berbasis Digital

ASN Kemenperin Luncurkan Sistem Monitoring Laboratorium Berbasis Digital

BOGOR – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu digitalisasi pada sektor pelayanan jasa industri nasional. Melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VIII Tahun 2025 yang digelar oleh Pusbindiklat SDM Aparatur di Wisma Industri, barisan ASN muda sukses menciptakan berbagai inovasi sistem monitoring dan pengelolaan laboratorium berbasis digital.

Dalam penutupan program yang berlangsung dari 19 Agustus hingga 30 Oktober 2025 tersebut, tiga peserta dari unit kerja standardisasi industri berhasil keluar sebagai lulusan terbaik. Mereka dinilai sukses menghadirkan solusi teknologi mutakhir yang berdampak langsung pada kecepatan dan akurasi layanan bagi pelaku industri.

Terobosan Digital di Sektor Standardisasi Industri

Pusbindiklat SDM Aparatur menetapkan tiga inovasi terbaik yang berfokus pada efisiensi layanan laboratorium pengujian:

  • Juara I (Nur Ikhsan Dwi Kurniawan - BBSPJI Kimia, Farmasi, dan Kemasan): Penguji Mutu Barang Pemula ini sukses membangun Dashboard Monitoring Kinerja Laboratorium. Inovasi ini membuat pemantauan kinerja pelayanan industri menjadi lebih cepat, terukur, dan berbasis data makro.
  • Juara II (Achmad Dwi Prastyo - BBSPJI KFK): Juga sebagai Penguji Mutu Barang Pemula, ia berhasil mengoptimalkan website resmi BBSPJI KFK untuk pengolahan Laporan Hasil Uji (LHU). Sistem ini memangkas waktu birokrasi, sehingga laporan kepada pelaku usaha menjadi lebih cepat dan akurat.
  • Juara III (Dwijayanti Onengityas, A.Md. - BSPJI Bandar Lampung): Penguji Mutu Barang Terampil ini menciptakan basis data peralatan laboratorium yang terintegrasi dengan notifikasi kalibrasi otomatis berbasis Google Apps Script. Inovasi ini memastikan seluruh alat ukur industri tetap presisi dan terkalibrasi tepat waktu.

Komitmen Menuju Birokrasi Modern

Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai unit kerja Kemenperin ini menjadi bukti nyata bahwa orientasi kerja ASN muda kini telah bergeser ke arah digitalisasi yang solutif. Proyek aktualisasi yang mereka rancang bukan sekadar tugas akhir, melainkan sistem riil yang langsung diimplementasikan pada unit kerja masing-masing.

Keberhasilan Latsar Angkatan VIII ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi seluruh aparatur negara di lingkungan Kemenperin untuk terus adaptif terhadap teknologi modern. Dengan layanan laboratorium yang lebih transparan dan cepat, Kemenperin optimis dapat terus mendorong daya saing industri nasional di era digital.


Fasilitas komentar tidak disertakan.